Jumat, 14 Februari 2020

Lanjutan materi kls 10 ips 3 jam 5,6











Pasar modal (definisi, sejarah, lembaga)

1. Definisi Pasar Modal



Secara awam pengertian dan definisi pasar modal mirip seperti pasar pada umumnya, yaitu tempat bertemunya antara penjual dan pembeli. Secara akademisi, pengertian dan definisi pasar modal adalah pasar yang dikelola secara terorganisir dengan aktivitas perdagangan surat berharga, seperti saham, obligasi, option, warrant, right, dengan menggunakan jasa perantara, komisioner, dan underwriter.
Menurut UU nomor 8 tahun 1995 : 
Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

2. Sejarah Pasar Modal Indonesia

Kegiatan jual beli saham dan obligasi dimulai pada abad-19. Menurut buku Effectengids yang dikeluarkan oleh Verreniging voor den Effectenhandel pada tahun 1939, jual beli efek telah berlangsung sejak 1880. Tanggal 14 Desember 1912, Amserdamse Effectenbueurs mendirikan cabang bursa efek di Batavia. Di tingkat Asia, bursa Batavia tersebut merupakan yang tertua ke-empat setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo.
Di zaman penjajahan, sekitar awal abad ke-19 pemerintah kolonial Belanda mulai membangun perkebunan secara besar-besaran di Indonesia. Sebagai salah satu sumber dana adalah dari para penabung yang telah dikerahkan sebaik-baiknya. Para penabung tersebut terdiri dari orang-orang Belanda dan Eropa lainnya yang penghasilannya sangat jauh lebih tinggi dari penghasilan penduduk pribumi. Atas dasar itulah maka pemerintahan kolonial waktu itu mendirikan pasar modal. Setelah mengadakan persiapan, maka akhirnya berdiri secara resmi pasar modal di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta) pada tanggal 14 Desember 1912 dan bernama Vereniging voor de Effectenhandel ( asosiasi perdagangan efek) dan langsung memulai perdagangan.

Pada saat awal terdapat 13 anggota bursa yang aktif (makelar) yaitu :
  1. Fa. Dunlop & Kolf ;
  2. Fa. Gijselman & Steup ;
  3. Fa. Monod & Co. ;
  4. Fa. Adree Witansi & Co. ;
  5. Fa. A.W. Deeleman ;
  6. Fa. H. Jul Joostensz ;
  7. Fa. Jeannette Walen ;
  8. Fa. Wiekert & V.D. Linden ;
  9. Fa. Walbrink & Co ;
  10. Wieckert & V.D. Linden ;
  11. Fa. Vermeys & Co ;
  12. Fa. Cruyff dan
  13. Fa. Gebroeders
Sedangkan Efek yang diperjual-belikan adalah saham dan obligasi perusahaan/perkebunan Belanda yang beroperasi di Indonesia, obligasi yang diterbitkan Pemerintah (propinsi dan kotapraja), sertifikat saham perusahaan-perusahaan Amerika yang diterbitkan oleh kantor administrasi di negeri Belanda serta efek perusahaan Belanda lainnya. 

2.1 Bursa Surabaya dan Bursa Semarang

Perkembangan pasar modal di Batavia begitu pesat sehingga menarik masyarakat kota lain. Untuk menampung minat tersebut, pada tanggal 11 Januari 1925 di kota Surabaya dan 1 Agustus 1925 di Semarang resmi didirikan bursa.
Anggota bursa di Surabaya waktu itu adalah :
  1. Fa. Dunlop & Koff,
  2. Fa. Gijselman & Steup,
  3. Fa. V. Van Velsen,
  4. Fa. Beaukkerk & Cop, dan
  5. N. Koster.
Sedangkan anggota bursa di Semarang waktu itu adalah :
  1. Fa. Dunlop & Koff,
  2. Fa. Gijselman & Steup,
  3. Fa. Monad & Co,
  4. Fa. Companien & Co, serta
  5. Fa. P.H. Soeters & Co.
Perkembangan pasar modal waktu itu cukup menggembirakan yang terlihat dari nilai efek yang tercatat yang mencapai NIF 1,4 milyar (jika di indeks dengan harga beras yang disubsidi pada tahun 1982, nilainya adalah + Rp. 7 triliun) yang berasal dari 250 macam efek.

Sejarah pasar modal Indoenesia selengkapnya dapat dibaca pada link berikut : Sejarah Pasar Modal Indonesia.

3. Badan atau lembaga yang terlibat di pasar modal

Badan atau lembaga yang terlibat dipasar modal menurut UU nomor 8 tahun 1995 adalah :

1. Anggota Bursa Efek

Anggota Bursa Efek adalah Perantara Pedagang Efek yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam dan mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau sarana Bursa Efek sesuai dengan peraturan Bursa Efek.

2. Biro Administrasi Efek 

Biro Administrasi Efek adalah Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

3. Bursa Efek

Bursa Efek adalah Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka.

4. Emiten

Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum.

5. Kustodian

Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

6. Lembaga Kliring dan Penjaminan

Lembaga Kliring dan Penjaminan adalah Pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa.

7. Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian adalah Pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Bank Kustodian, Perusahaan Efek, dan Pihak lain.

8. Manajer Investasi

Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

9. Menteri Keuangan Republik Indonesia

Tentang Menteri Keuangan Republik Indonesia bisa dibaca link berikut : Tugas dan Fungsi Menteri Keuangan.

10. Penasihat Investasi

Penasihat Investasi adalah Pihak yang memberi nasihat kepada Pihak lain mengenai penjualan atau pembelian Efek dengan memperoleh imbalan jasa.

11. Penjamin Emisi Efek

Penjamin Emisi Efek adalah Pihak yang membuat kontrak dengan Emiten untuk melakukan Penawaran Umum bagi kepentingan Emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual.

12. Perantara Pedagang Efek

Perantara Pedagang Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha jual beli Efek untuk kepentingan sendiri atau Pihak lain.

13. Perseroan

Perseroan dalah perseroan terbatas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1 Ketentuan Umum Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.

14. Perusahaan Efek

Perusahaan Efek adalah Pihak yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek, dan atau Manajer Investasi.

15. Perusahaan Publik

Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.



Uji blok kls 11 ips 1 jam 3,4..materi apbd,apbn dan pajak

Posting dan neraca saldo penutup kls 12 ips 1 jam 1,2







Neraca Saldo Setelah Penutupan Akuntansi 





A. Pengertian Dan Kegunaan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Selamat bertemu kembali dalam pembelajaran akuntansi dalam topik pembahasan yaitu neraca saldo setelah penutupan akuntansi SMK. Terlebih dahulu kita mengetahui apa itu neraca saldo setelah penutupan? Neraca saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang disusun setelah akun nominal atau akun sementara ditutup atau di-nol-kan saldonya dengan cara membuat jurnal penutup.

Setelah membuat jurnal penutup, tahap selanjutnya dalam siklus akuntansi adalah menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan (post closing trial balance). Fungsi atau kegunaan dibuat neraca saldo setelah penutupan adalah memastikan bahwa buku besar telah seimbang sebelum memulai pencatatan data akuntansi pada periode berikutnya. 

Setelah semua akun nominal ditutup dan dipindahkan ke akun modal pemilik maka langkah berikutnya dari siklus akuntansi, yaitu menyusun neraca saldo setelah penutupan (Post closing trial balance). Tujuan penyusunan neraca saldo setelah penutupan (Post closing trial balance), yaitu untuk meyakinkan bahwa keseimbangan posisi keuangan tetap terjaga. Hal ini berguna untuk memulai siklus akuntansi pada periode akuntansi berikutnya. 

Jadi Neraca Saldo setelah penutupan berisi akun-akun riil saja, (harta, utang dan modal). Yang berguna untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debet dengan kredit akun-akun buku besar setelah dilakukan penutupan. Neraca Saldo setelah penutupan ini juga diperlukan sebelum proses akuntansi periode berikutnya.

Mengapa akun nominal (pendapatan dan beban) tidak dimasukkan ke dalam Neraca Saldo setelah penutupan? Alasannya akun tersebut tidak dicatat karena sebelumnya saldonya telah di-nol-kan (ditutup) dengan bantuan jurnal penutup yang telah dikerjakan.



B. Bentuk-Bentuk Neraca Saldo Setelah Penutupan.
 
Neraca saldo setelah penutup dapat dibuat dari saldo-saldo buku besar setelah jurnal penutup di posting ke buku besar masing-masing. Bisa juga diambil dari saldo-saldo yang ada di neraca di neraca lajur, atau dari laporan keuangan neraca. Neraca saldo setelah penutupan adalah akun-akun riil saja. Sedangkan akun sementara (akun Nominal) sudah ditutup sehingga bersaldo nol. 

Bentuk neraca saldo setelah penutupan sebagai berikut: 
1. Nama perusahaan 
2. Judul yaitu Neraca Saldo Setelah Penutupan 
3. Tanggal pembuatan 

Setelah membuat judul, selanjutnya membuat kolom sebanyak 4 kolom yang berisi: 
Kolom 1 untuk Kode Akun 
Kolom 2 untuk Nama Akun 
Kolom 3 untuk Debit 
Kolom 4 untuk Kredit. 

Berikut ini gambar proses penyusunan neraca saldo setelah penutupan:



Neraca Saldo Setelah Penutupan Akuntansi


C. 
Tujuan Neraca Saldo Setelah Penutupan
 

Setelah semua jurnal penutup telah dibuat dan diposting ke buku besar, neraca saldo setelah penutupan bisa disiapkan. Neraca saldo setelah penutupan merupakan suatu daftar akun permanen beserta saldonya setelah dilakukan tutup buku. 

Tujuan dari neraca saldo ini adalah untuk memperlihatkan keseimbangan saldo-saldo dari akun permanen yang akan dibawa ke periode akuntansi berikutnya. Karena semua akun temporer (akun nominal) memiliki saldo nol, maka neraca saldo setelah penutupan akan berisi saldo akun permanen, yaitu akun yang ada di neraca. Neraca saldo setelah penutupan akan memberikan bukti bahwa proses penjurnalan dan posting ke buku besar atas semua akun yang harus ditutup telah selesai. 

Selain itu, hal ini menunjukkan bahwa persamaan dasar akuntansi telah seimbang pada akhir periode akuntansi. Namun demikian, dalam kasus tertentu bukan berarti bahwa semua transaksi yang ada di perusahaan telah dicatat atau telah diposting ke dalam buku besar secara benar. 

Sebagai contoh walaupun ada satu transaksi yang tidak dicatat dan diposting ke dalam buku besar neraca saldo setelah penutupan akan tetap terlihat seimbang, begitu pula bila ada sebuah transaksi yang dicatat dan diposting dua kali, neraca saldo setelah penutupan juga terlihat seimbang. 

Siklus akuntansi yang dilalui meliputi: 
1. Mencatat transaksi ke dalam buku jurnal. 
2. Memindahkan transaksi-transaksi dari jurnal ke buku besar (posting ). 
3. Menyusun neraca saldo. 
4. Membuat ayat-ayat penyesuaian 
5. Memposting ayat-ayat penyesuaian ke buku besar. 
6. Menyusun neraca saldo setelah penyesuaian. 
7. Membuat laporan keuangan. 
8. Membuat jurnal penutup. 
9. Memposting jurnal penutup ke buku besar masing-masing. 
10. Membuat neraca saldo setelah penutupan. 
11. Membuat jurnal pembalik, suatu pilihan (option ) di awal periode berikutnya. 

Contoh Neraca Saldo setelah penutupan: 




Bila jurnal penutup tersebut diposting ke dalam buku besar, maka dapat diketahui adanya buku besar yang bersaldo dan sebagian lagi saldonya sudah nol (tidak bersaldo).
Setelah diposting ke buku besar jurnal penutup, maka kembali disusun neraca saldonya, yang disebut dengan neraca saldo setelah penutupan. 



Senin, 10 Februari 2020

Pengusunan APBD dan APBN kls 11 ips 2 jam 1,2


Ekonomi Kelas 11 | Bagaimana APBN dan APBD Disusun?




---
Bicara tentang anggaran pasti berhubungan dengan uang. Terlebih jika anggaran ini ada sangkut pautnya dengan negara dan daerah. Kira-kira bagaimana ya cara mengajukan anggaran tersebut untuk pembangunan negara dan daerah? Kamu aja kalo ikut OSIS minta pengajuan dana pastinya harus melewati banyak tahapan. Setelah disetujui ketua OSIS, kemudian pembina, terus ke bagian kesiswaan. Nah, pengajuan anggaran belanja negara dan daerah lebih kompleks Squad.
Di artikel ini kita akan bahas langkah penyusunan anggaran belanja pendapatan negara (APBN) ya Squad. Baru setelah itu kita lanjut ke anggaran belanja pendapatan daerah (APBD).
langkah menyusun apbn apbd - asset apbn
Tahap awal yang harus dilakukan untuk melakukan perencanaan dan penyusunan APBN ialah dengan melalui tahap pendahuluan. Sama aja sih kayak kamu bikin karya tulis gitu, harus ada pendahuluan. Dalam tahap ini dilarang buru-buru lho Squad.
Kenapa?
Di tahap ini, pemerintah harus bisa menentukan arah kebijakannya dan skala prioritas pembangunan nasional. Selain itu, juga harus dipertimbangkan perkiraan penerimaan dan pengeluaran negara serta mempertimbangkan asumsi-asumsi dasar dalam APBN.
 kamu kira gampang dalam menyusun APBN itu gampang lho Squad. Di tahap pendahuluan ini ada beberapa asumsi yang memengaruhi APBN seperti:
  1. pertumbuhan ekonomi;
  2. tingkat inflasi;
  3. nilai tukar rupiah;
  4. tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan;
  5. harga minyak mentah Indonesia; dan
  6. lifting minyak dan gas bumi
Asumsi dasar tersebut kemudian dibahas dalam rapat antarkomisi dengan kementerian atau lembaga teknis terkait. Baru deh setelah itu melakukan proses finalisasi penyusunan rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) oleh pemerintah.
Apa sudah selesai sampai sini?


Setelah tahap pendahuluan, APBN yang baru berupa rancangan itu kemudian masuk ke tahap pengajuan, pembahasan, dan penetapan. Pada tahap ini dimulai dengan pidato presiden yang merupakan pengantar RUU (Rancangan Undang-Undang) APBN itu sendiri dan Nota keuangan.
Kemudian, menteri keuangan dan panitia anggaran DPR melakukan pembahasan bersama kementerian dan lembaga teknis terkait. Hasil dari pembahasan tersebut berupa Undang-Undang APBN yang didalamnya memuat satuan anggaran.
Apa sih satuan anggaran itu?
langkah menyusun apbn apbd - satuan anggaran
Pembiayaan tugas umum pemerintah dan pembangunan dapat diajukan kementerian atau lembaga dengan membuat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) yang ditujukan ke Kementerian Keuangan dan Bappenas. Pengajuan tersebut dibahas yang kemudian menjadi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk dilakukan verifikasi sebelum proses pembayaran.
Setelah hasil verifikasi selesai, kepala/pimpinan yang mengajukan RKAKL tersebut mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KKPN). Di dalam pelaksanaannya, APBN disertakan petunjuk berupa Keppres (Keputusan Presiden) yang berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan APBN.
langkah menyusun apbn apbd - infografik apbn
Nah, itu tadi langkah-langkah dalam penyusunan APBN. Terus gimana dengan penyusunan APBD?
Begini. APBD itu kan dana yang dialokasikan untuk pembangunan di daerah-daerah. Alokasi jumlah APBD itu malah mengacu ke APBN Squad. Pertama-tama sih pemerintah daerah (Pemda) akan menyampaikan kebijakan umum APBD kepada DPRD untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan rancangan anggaran penerimaan belanja daerah (RAPBD).
Dalam pembahasan tersebut, kepala satuan perangkat kerja daerah harus menyusun anggaran di bagiannya masing-masing, Anggaran ini harus disesuaikan dengan prestasi kerja yang akan dicapai atau gampangnya dipahami sebagai prakiraan belanja gitu deh. Hasil pembahasannya disampaikan ke pejabat pengelola keuangan daerah.
langkah menyusun apbn apbd - tahukah kamu
Setelah itu, Pemda mengajukan rancangan peraturan daerah terkait APBD Squad. Pengajuan tersebut kemudian dibahas bersama DPRD yang tentunya harus sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan rencana dan kedudukan APBD itu sendiri dong. Di dalam pembahasan tersebut sangat mungkin terjadi jumlah baik penerimaan dan pengeluaran.
Setelah dibahas, ada dua kemungkinan yang bisa aja terjadi. Nggak semua rancangan APBD itu disetujui lho Squad. Bisa aja rancangan tersebut tidak disetujui. Rancangan APBD yang disetujui DPRD pasti rinci dan jelas sampai ke unit organisasi, fungsi, program kegiatan, bahkan jenis belanja. Termasuk belanja alat tulis gitu harus dicatat juga. Kurang detail apa coba? Kenapa sampai detail begitu? Selain karena jumlahnya yang besar, anggaran seperti ini rawan dikorupsi. Pasti pernah denger dong berita tentang korupsi dana APBD?
Lalu nasib anggaran yang nggak disetujui gimana? Apakah menangis meratapi nasib di keheningan senja? Mending gitu sih daripada digantungin, ye gak?
langkah menyusun apbn apbd - infografik apbd

Jumat, 07 Februari 2020

Lanjutan materi APBD n APBN kls 11 ips 1 jam 3,4

Got it!
This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website More 

Jenis-Jenis Pengeluaran Negara dan Daerah serta Pengaruhnya terhadap Perekonomian


Jenis-Jenis Pengeluaran Negara dan Daerah serta Pengaruhnya terhadap Perekonomian - Macam-macam Pengeluaran Negara dan Daerah adalah sebagai berikut :

1. Jenis-Jenis Pengeluaran Pemerintah Pusat dan Daerah


Belanja negara dan daerah dipergunakan untuk keperluan penyelenggaraan tugas pemerintahan pusat dan daerah serta pelaksanaan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Belanja negara dan daerah menurut organisasi disesuaikan dengan susunan kementerian negara atau lembaga pemerintahan pusat.

Belanja pemerintah pusat dikelompokkan sebagai berikut.

a. Belanja pemerintah pusat menurut organisasi atau bagian anggaran.
b. Belanja pemerintah pusat menurut fungsi.

Rincian belanja negara dan daerah menurut fungsi, terdiri atas pelayanan umum, pertahanan, ketertiban dan keamanan, ekonomi, lingkungan hidup, perumahan, dan fasilitas umum, kesehatan, pariwisata, budaya, agama, pendidikan, serta perlindungan sosial.

c. Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja, meliputi:

1) belanja pegawai;
2) belanja barang;
3) belanja modal;
4) pembayaran bunga utang;
5) subsidi;
6) belanja hibah;
7) bantuan sosial;
8) belanja lain-lain.

Jika dilihat dari sifatnya, belanja atau pengeluaran negara dapat dibedakan menjadi dua macam: [1]

1) Pengeluaran yang bersifat ekskausatif, yaitu pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang dapat langsung dikonsumsi atau dapat menghasilkan barang lain.
2) Pengeluaran yang bersifat transfer, yaitu pengeluaran yang berbentuk dana bantuan sosial, seperti subsidi atau sumbangan kepada korban bencana alam dan hadiah-hadiah kepada negara lain.


Pengeluaran pemerintah daerah terdiri atas pengeluaran belanja, bagi hasil ke daerah yang menjadi otoritasnya, dan pembiayaan. Belanja terdiri atas tiga macam pengeluaran, yaitu belanja rutin, belanja modal, dan belanja tidak terduga. Pengeluaran rutin, yaitu pembelanjaan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Pembelanjaan yang termasuk dalam pos ini, di antaranya belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, belanja pinjaman, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, dan belanja operasional lainnya. Belanja modal, terdiri atas belanja aset tetap dan belanja aset lainnya. Adapun belanja tidak terduga, yaitu pengeluaran yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Bagi hasil pendapatan ke daerah yang menjadi otoritas dilakukan melalui tiga hal, di antaranya bagi hasil pajak ke kabupaten/kota, bagi hasil retribusi ke kabupaten/kota, dan bagi hasil pendapatan lainnya ke kabupaten/kota.

Adapun pengeluaran pembiayaan, di antaranya untuk pembayaran pinjaman, penyertaan modal pemerintah, belanja investasi permanen, dan pemberian pinjaman jangka panjang.

2. Pengaruh APBN dan APBD terhadap Perekonomian [2]
APBN maupun APBD sebagai bentuk kebijakan fiskal pemerintah akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Melalui APBN/APBD dapat diketahui arah, tujuan serta prioritas pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemerintah. Menurut pengamat ekonomi, Sjahrir, anggaran pemerintah (APBN/APBD) sangat mempengaruhi kondisi perekonomian tidak hanya di negara sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara industri maju lainnya. Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, peranan pemerintah tergolong besar, perubahan dalam APBN memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian. APBN/APBD memiliki pengaruh yang besar terhadap sektor lain, seperti sektor moneter, neraca pembayaran, dan sektor produksi. Hal ini terjadi karena APBN/APBD memiliki keterkaitan yang erat dengan sektor-sektor ekonomi tersebut.

a. Sektor Moneter

Pengaruh APBN/APBD terhadap sektor moneter jelas besar mengingat anggaran negara merupakan salah satu komponen dari uang primer (base money). Perubahan dalam komponen tersebut akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat.

b. Neraca Pembayaran

Pengaruh APBN/APBD juga relatif besar terhadap neraca pembayaran karena beberapa hal, antara lain sebagai berikut.

1) Sebagian komponen penerimaan negara berasal dari penerimaan sektor migas, yaitu sebagian besar dari hasil penjualan migas masuk ke kas negara.
2) Defisit APBN dan transaksi berjalan ditutupi oleh utang luar negeri. Sebagai konsekuensinya, sebagian komponen pengeluaran rutin digunakan untuk pembayaran kembali utang dan bunganya.
3) Komponen penerimaan pemerintah mengandung sisi impor yang besar, misalnya bantuan proyek yang merupakan sumber untuk menutupi defisit APBN.

c. Sektor Produksi

Bagi sektor produksi, pengaruh APBN/APBD terlihat dari penerapan kebijakan penerimaan pajak dan pengeluaran pemerintah. Pemerintah yang menempuh kebijakan anggaran defisit (dalam arti pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar daripada penerimaan pemerintah), akan mengurangi tingkat pajak atau menambah pengeluaran pemerintah (antara lain dalam bentuk subsidi). Kedua hal ini akan meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat. Akibatnya, permintaan total masyarakat terhadap barang dan jasa cenderung meningkat. Peningkatan permintaan akan mendorong sektor dunia usaha untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Adanya peningkatan kapasitas produksi dalam jangka panjang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.


Selasa, 04 Februari 2020

Penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang kls 12 ips 3,2 jam 1 n 9,10

  • Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Definisi Pencatatan Buku Harga Ikhtisar siklus LaporanPerusahaan transaksi ke dalam Besar Pokok akuntansi keuangan Dagang jurnal khusus Pembantu Penjualan perusahaan dagang Neraca saldo, jurnal Rekapitulasi Jurnal penyesuaian neraca Laporan Khusus lajur laba/rugi, laporan perusahaan Posting dari jurnal modal, neraca, laporan khusus ke buku arus kas besar Menu
  • Pengertian perusahaan dagang Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan usaha yang bersifat tetap, terus menerus, didirikan, bekerja dan berkedudukan di tempat tertentu dengan tujuan memperoleh laba atau keuntungan. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang dagangan dari pemasok dan menjualnya kembali kepada pelanggan tanpa diproses terlebih dahulu atau tanpa diubah bentuknya. Bentuk perusahaan dagang antara lain supermarket, penyalur atau distributor, retailer, dan pengecer.Menu Next
  • Ciri – ciri perusahaan dagang yaitu sebagai berikut : a. Perusahaan dagang membeli barang dagangan untuk dijual kembali kepada pelanggan b. Barang dagangan yang dibeli tidak diproses terlebih dahulu sebelum dijual kepada pelanggan c. Dalam menghasilkan pendapatan, dilakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dagangan d. Penjualan merupakan pendapatan untuk perusahaan dagang e. Biaya untuk memperoleh barang dagangan dilaporkan sebagai harga pokok penjualan f. Barang dagangan yang belum terjual disebut persediaan barang dagangan yang dilaporkan sebagai aktiva lancar dalam neracaPrev Next
  • Rekening khusus perusahaan dagang Rekening yang digunakan pada perusahaan dagang, yaitu berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dagangan. Hal ini terlihat secara khusus pada rekening yang digunakan pada perusahaan dagang antara lain rekening pembelian, persediaan barang dagangan, retur pembelian dan pengurangan harga, serta potongan pembelian. a. Pembelian ( purchases), rekening ini digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pembelian barang dagangan baik secara tunai maupun kredit, apabila perusahaan menggunakan metode pencatatan persediaan barang dengan metode fisik atau periodik.Prev Next
  • Persediaan barang ( inventory ), rekening ini digunakan untuk mencatat semua transaksi yang berkaitan dengan pembelian barang dagangan baik secara tunai maupun kredit, apabila perusahaan menggunakan metode perpetual atau terus – menerus. c. Retur pembelian dan pengurangan harga ( purchases return and allowances ), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengembalian barang yang telah dibeli tetapi dikembalikan karena barang tidak sesuai dengan yang dipesan atau barang tersebut rusak. d. Potongan pembelian ( purchases discount ), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi karena ada potongan pembelian.Prev Next
  • Perusahaan ( penjual ) sering menerapkan istilah termin pembayaran. Adapun syarat penjualan ( termin pembayaran ), antara lain : 1. 2/10, n/30 artinya diberikan potongan sebesar 2% dari harga faktur jika pembayaran dilakukan dalam tempo 10 hari sejak tanggal faktur dan jika pembayaran dilakukan setelah periode tersebut (10 hari) maka pembayaran harus dilakukan secara penuh (nominal faktur) dengan batas waktu 30 hari sejak tanggal faktur. 2. n/15,EOM artinya jumlah rupiah dan harga faktur penjualan harus dibayar 15 hari sesudah akhir bulan ( End Of Month ) dibuatnya faktur.Prev Next
  • EOM ( End Of Month ), artinya faktur tersebut harus dilunasi paling lambat pada akhir bulan pembelian. 4. C.O.D ( Cash On Delivery ), artinya harga barang yang dibeli harus dibayar sebesar harga faktur pada saat barang dikirim dan diterima pembeli.Prev Next
  • Beban angkut pembelian (freight-in), merupakan beban yang harus ditanggung pembeli pada saat pembelian barang dagangan dilakukan. Beban angkut pembelian ini akan menambah harga perolehan/harga pokok barang dagangan. Adanya beban agkut pembelian ini tergantung pada syarat penyerahan barang yang ditentukan oleh penjual. Beberapa syarat penyerahan barang yang biasa dilakukan sebagai berikut : 1. Free on Board (FOB) destination point (prangko gudang pembeli), yaitu penjual menanggung semua ongkospengiriman barang dagangan tersebut sejak dari gudang penjual sampai barang dagangan ada digudang pembeli.Prev Next
  • Penjualan (sales ), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagangan baik secara tunai maupun kredit. g. Retur penjualan dan pengurangan harga (sales return and allowances), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan pengembalian barang yang telah dijual tetapi dikembalikan oleh pembeli karena barang tidak sesuai dengan yang dipesan atau barang tersebut rusak. h. Potongan penjualan (sales discount), rekening ini digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi karena ada potongan penjualan. i. Beban angkut penjualan (freight-out), rekening ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi penjualan apabila dalam jual beli, penjual yang menanggung beban tersebut.Prev Next
  • Siklus akuntansi perusahaan dagang Siklus akuntansi perusahaan dagang terdiri dari berikut : a. Tahap pencatatan 1. Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi 2. Pencatatan dalam jurnal 3. Pemindahan bukuan ke buku besar b. Tahap pengikhtisaran 1. Pembuatan neraca saldo 2. Pembuatan jurnal penyesuaian 3. Pembuatan neraca lajurPrev Next

Kisi2 ekonomi kls xii c, s1 n s2

 Nama          :   LIDA Mapel          :   Ekonomi Kelas           :   xii c , s1  dan s2 Assalamu’alaikum Wr. Wb Untuk persiapan Sumatif Te...