Senin, 18 Januari 2021

kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi kelas x

 assalamualaikum anak shaleh n shaleha semoga sll dalam keadaan sehat, semangat dan jgn lupa sll bahagia...shalat dhuha jangan lupa, untuk mapel ekonomi LM kalian bisa lihat materi ibu di bawah ini...

nama : Lida

mapel : Ekonomi LM

kelas : X Ipa 5

KD

3.6  menganalisis pemerintah dalam bidang ekonomi

4.6  menyajikan hasil analisis fungsi dan peran pemerintah dalam bidang ekonomi

Tujuan Pembelajaran

 1. Menjelaskan tentang ekonomi mikro dan makro



 A. Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu ilmu
ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Pengertian ilmu ekonomi makro adalah ilmu yang mempelajari perilaku
ekonomi sebagai keseluruhan tentang kehidupan ekonomi. Istilah keseluruhan
(agregat) menunjukkan bahwa yang menjadi kajian perhatian dalam ekonomi makro
adalah variabel-variabel total, seperti pendapatan total, produksi total, konsumsi,
tabungan, investasi serta ekspor impor total. Materi-materi tentang ekonomi
moneter, perdagangan internasional, ekonomi pembangunan, masuk dalam
kelompok ekonomi makro. Sedangkan ilmu ekonomi mikro mempelajari keputusankeputusan
individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam
mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
 Meskipun kajian ekonomi dikelompokkan menjadi dua yakni mikro dan
makro, namun pembagian ini tidaklah mutlak. Sebagai contoh bila kalian
mempelajari mengenai variabel pendapatan total (agregate), variabel ini akan masuk
dalam kelompok makro. Namun sebetulnya pendapatan total adalah penjumlahan
dari pendapatan-pendapatan sektor rumah tangga. Demikian pula variabel harga
yang menjadi variabel penting dalam kelompok ekonomi mikro, juga dipelajari
dalam kelompok ekonomi makro, namun dengan pembahasan yang lebih luas yakni
secara keseluruhan (agregate).

 B. Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi
Permasalahan perekonomian negara sangat beragam diantaranya laju inflasi,
pengangguran pertumbuhan ekonomi, dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah
tersebut pemerintah menyiapkan kebijakan-kebijakan sebagai solusi, antara lain:
1. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang mengatur tentang penerimaan
dan pengeluaran negara. Sumber-sumber penerimaan negara antara lain dari
pajak, penerimaan bukan pajak serta bantuan/pinjaman dari luar negeri. Selain
itu, pengeluaran dibagi menjadi dua kelompok besar yakni pengeluaran yang
bersifat rutin seperti membayar gaji pegawai, belanja barang serta pengeluaran
yang bersifat pembangunan. Dengan demikian, kebijakan fiskal merupakan
kebijakan pengelolaan keuangan negara dan terbatas pada sumber-sumber
penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yang tercantum dalam APBN.
 2. Kebijakan Moneter
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1999
tentang Bank Indonesia, Bab 1 Pasal 10 yang dimaksud dengan Kebijakan
Moneter adalah kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank
Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang
dilakukan antara lain melalui pengendalian jumlah uang beredar dan atau suku
bunga.
Beberapa kebijakan fiskal dan moneter yang diambil pemerintah pada saat
krisis untuk merespons turunnya nilai rupiah adalah sebagai berikut (Mar’ie
M. 2004, hal. 111).
a) Kontraksi rupiah secara besar-besaran melalui kebijakan fiskal (APBN)
dengan cara menekan pengeluaran dan menunda pembayaran-pembayaran
yang tidak mendesak.
b) Bank Indonesia meningkatkan suku bunga, sehingga suku bunga SBI
(Sertifikat Bank Indonesia) mencapai 70% dengan maksud membatasi
ekspansi kredit perbankan yang dikonversikan ke dalam SBI pada Bank
Indonesia.
c) Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dengan menjual dollar pada
saat diperlukan jika rupiah menunjukkan tanda-tanda yang benar-benar
mengkhawatirkan.
d) Pembatalan dan penundaan berbagai mega proyek pemerintah guna
memperketat pengeluaran melalui APBN serta menguarangi laju impor
barang agar cadangan devisa tidak semakin terkuras. Demikian pula pihak
swasta dihimbau untuk menunda berbagai proyek yang bernilai besar agar
impor dapat dikurangi guna menolong cadangan devisa nasional.
3. Kebijakan Ekonomi Internasional.
Dalam hal ini pemerintah dan BI dapat mengintervensi kegiatan
perdagangan internasional. Kebijakan-kebijakan tersebut biasanya juga bisa
digunakan untuk mempertahankan keseimbangan pasar valuta asing. Hal ini
tercermin dari kebijakan pemerintah untuk mengatur nilai tukar mata uang asing
terhadap nilai mata uang di dalam negeri. Hal ini cuma sebagai bentuk intervensi
pemerintah, namun mekanisme tetap mengikuti mekanisme pasar. Berbagai
contoh kebijakan ekonomi internasional yang dilakukan oleh banyak negara,
termasuk oleh Indonesia antara lain:
4. Kebijakan pendapatan oleh pemerintah untuk
mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat.
Misalnya melalui ketentuan upah minimum dan harga produk tertentu untuk
menaikkan pendapatan ataupun untuk menekan laju inflasi.

 C. Masalah yang dihadapi Pemerintah di Bidang Ekonomi
1. Kemiskinan
Konsep tentang kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekedar
ketakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan,
kurangnya kesempatan berusaha, hingga pengertian yang lebih luas yang
memasukkan aspek sosial dan moral. Misalnya, ada pendapat yang mengatakan
bahwa kemiskinan terkait dengan sikap, budaya hidup, dan lingkungan dalam
suatu masyarakat atau yang mengatakan bahwa kemiskinan merupakan
ketakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh
suatu pemerintahan sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah
dan tereksploitasi (kemiskinan struktural)
 Program yang dilaksanakan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan :
a) IDT (Inpres Desa Tetinggal)
b) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
c) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
d) JPS (Jaring Pengaman Sosial)

 2. Inflasi
Inflasi didefinisikan sebagai kenaikan harga secara keseluruhan yang
berlangsung terus-menerus. Sebenarnya inflasi tidak terlalu buruk, asalkan masih
berada pada tingkat yang aman. Inflasi menjadi bermasalah dan harus segera
diatasi bila laju inflasinya tinggi. Karena, inflasi yang tinggi menyebabkan daya
beli masyarakat terdapat barang dan jasa menjadi turun. Indonesia pernah
mengalami masa suram perekonomian pada saat tahun 1965, dimana terjadi
hiper inflasi. Laju inflasi pada waktu itu sebesar 65%, berarti harga-harga naik
lebih dari enam kali lipat dalam kurun waktu satu tahun.


 3. Pengangguran dan Lapangan Kerja
Pengangguran merupakan permasalahan yang terjadi hampir di tiap Negara.
Pengangguran di Indonesia sudah merupakan masalah ekonomi yang harus
menjadi perhatian dan segera diatasi. Karena pengangguran merupakan salah
satu indikator kunci kesehatan perekonomian. Banyaknya keinginan untuk
menjadi TKI di manca negara, meskipun dari berbagai pemberitaan di media
massa kita tahu bahwa tidak sedikit anggota TKI yang bekerja di luar negeri
mengalami ancaman penganiayaan, penderitaan, dan lain sebagainya.




 Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !
1. Sebutkan program-program untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia ?
2. Jelaskan perbedaan kajian Ekonomi Makro dan Mikro !
3. Jelaskan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi !
4. Sebutkan contoh-contoh kebijakan di bidang ekonomi !
5. Menurut pendapat kalian, banyaknya orang yang berkeinginan menjadi TKI
menunjukan indikasi apa ? (kaitannya dengan lapangan kerja di Indonesia)

Jumat, 15 Januari 2021

APBD kls xi ipa 3,1 jam 3,4 n 7,8

Assalamualaikum ank shaleh n shaleha ....utk materi hari ini coba kalian baca ttg APBD ....setelah kalian baca kalian simpulkan mengenai APBD tersebut....kalau sudah kalian kumpul kan lwt wa ibu....utk absensi kalian sprti biasa lwt group wa...oke ttp semangat smg kt smua sll dlm keadaan sehat 

sebelum melaksanakan  kegiatan pjj marilah kt laksanakan shlt dhuha terlebih dahulu agar kita lebih dekat dengan harapan dan cita2 ...aamiin

silahkan simak materi pjj di laman simaskot APBD

Kamis, 14 Januari 2021

investasi kls x Ipa 1 jam 3,4

 Assalamualaikum ank shaleh n shaleha...smg kt smua sll dlm keadaan sehat jgn lupa shlt dhuha...x ini kalian baca n simpulkan sdri apa itu investasi ...setelah kalian simpulkan kalian kirim lwt wa ya nak...utk absensi lwt wa group saja ...oke ttp semangat wass

Selasa, 12 Januari 2021

tahap pencatatan siklus akuntansi perusahaan dagang kls 12 ipa 5 jam 3,4

 assalamualaikum ank shaleh n shaleha...smg kt smua sll sehat ya nak...x ini lihat materi yg sdh ibu share..trus tugasnya x an berikan contoh masing2 dri 12 tahapan siklus akuntansi tsb..kl sdh selesai x an kumpulkan lwt wa...utk absensi x an sprti biasa lwt group kls...oke wass...ttp semangat

Siklus akuntansi perusahaan adalah proses membuat laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode tertentu. Pada umumnya siklus akuntansi selalu dimulai dari transaksi sampai pada pembuatan laporan keuangan perusahaan yang dilanjutkan dengan adanya saldo yang ditutup dengan jurnal penutup atau sampai pada jurnal pembalik.

 

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai siklus akuntansi untuk perusahaan dagang. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya membeli barang dari pemasok dan menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang. Sebagai contoh yang biasa kita temui adalah toko kelontong dan supermarket. Kegiatan kedua jenis usaha ini adalah membeli barang kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjual kembali kepada konsumen. Siklus akuntansi pada perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang, semua transaksi harus dicatat dalam jurnal dan kemudian secara periodik dibukukan ke dalam rekening-rekening di buku besar.

12 Tahapan Pada Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Identifikasi Transaksi Jurnal Umum

Tahap siklus akuntansi yang pertama adalah dengan cara mengidentifikasi transaksi yang terjadi pada perusahaan dan melibatkan semua akun. Contoh transaksi perusahaan dagang biasanya adalah transaksi penjualan barang dagang. Sebagai penjual Anda telah menyerahkan barang dagang serta sudah memperoleh uang atas pembayaran dari pembeli. Maka transaksi seperti ini bisa kita identifikasikan sebagai transaksi penjualan secara tunai.

Jurnal Khusus

Bagi perusahaan yang mempunyai transaksi sedikit, mungkin bisa saja hanya menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksinya. Namun, bagaimana jika transaksinya sangat banyak? Pasti akan sulit untuk mengelompokkannya, sehingga membutuhkan jurnal khusus sebagai buku jurnal yang menjadi wadah untuk transaksi-transaksi tertentu. Penggunaan jurnal khusus dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, dan biaya. Jenis-jenis jurnal khusus diantaranya jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan.

Buku Besar Pembantu

Setelah jurnal khusus dibuat untuk mencatat transaksi tertentu, perusahaan dagang pada umumnya juga membuat buku besar khusus atau biasa disebut dengan buku besar pembantu. Buku besar pembantu adalah bagian dari buku besar umum yang bertujuan untuk merinci lebih lanjut data dalam satu akun. Pencatatan dari beberapa akun tertentu (akun piutang dan akun utang) kemudian dijadikan dasar informasi dalam menyusun neraca saldo perusahaan dagang.

Posting ke Buku Besar

Tahap selanjutnya adalah memindahkan data dari jurnal umum ke dalam buku besar. Selain dari jurnal umum, informasi data buku besar untuk perusahaan dagang juga diambil dari jurnal khusus. Peristiwa ini disebut dengan posting buku besar.

Laporan Harga Pokok Penjualan

Bila perusahaan dagang menerapkan metode pencatatan secara perpetual (fisik), secara otomatis besarnya harga pokok barang yang terjual bisa ditentukan saat terjadi penjualan sehingga saat membuat jurnal penjualan sekaligus mencatat harga pokok penjualan. Namun perhitungan HPP tetap dianggap sebagai komponen dari laporan laba rugi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

Membuat Neraca Saldo

Informasi yang digunakan untuk membuat neraca saldo adalah berasal dari buku besar yaitu setiap saldo akhir pada setiap akun-akun. Posisi debit dan kredit harus balance, jika tidak balance artinya ada kesalahan saat mencatat dari buku besar.

Jurnal Penyesuaian

Pembuatan jurnal penyesuaian adalah akibat dari terjadinya transaksi yang berpengaruh kepada sejumlah akun perusahaan dan terkadang memunculkan kehadiran akun baru. Contoh transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang biasanya adalah sewa toko yang sudah jatuh tempo.

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Tahap selanjutnya adalah penyesuaian neraca saldo dengan jurnal penyesuaian yang menghasilkan neraca saldo setelah disesuaikan (adjusted trial balance).

Menyiapkan Laporan Keuangan

Tahap berikutnya adalah pembuatan laporan keuangan. laporan keuangan di buat dengan tujuan memudahkan pencarian informasi mengenai posisi keuangan perusahaan seperti keadaan harta, utang, dan modal perusahaan. Informasi yang digunakan pada laporan keuangan berasal dari neraca saldo setelah disesuaikan.

Membuat Jurnal Penutup

Setelah menyiapkan laporan keuangan, tahap selanjutnya adalah membuat jurnal penutup dari akun-akun yang terdapat di laporan laba rugi yaitu akun pendapatan dan biaya.

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Tahap ini adalah penyesuaian antara neraca saldo dengan jurnal penutup. Mengapa perlu disesuaikan? Karena untuk mencatat kembali akun-akun yang telah berubah baik saldo ataupun akunnya.

Jurnal Pembalik

Pada kondisi tertentu tidak perlu dibuat jurnal pembalik karena jurnal pembalik dibuat hanya untuk akun tertentu saja. Misalnya untuk transaksi pendapatan yang diterima di muka, di mana pada saat penjurnalan dicatat sebagai pendapatan atau untuk transaksi biaya yang dibayar di muka (piutang).

 

Jumat, 08 Januari 2021

APBD dan APBN kelas xi ipa 3 , 1 jam 3,4 dan 7,8

 assalamualaikum anak shaleh dan shaleha...smg kt smua dlm keadaan sehat...kali ini ibu akn memberikan materi tentang APBN ...kalian siamak.pahami serta rangkum...apabila ada yg masih belum jelas boleh tanyakan langsung ke ibu...jangan lupa pagi ini utk shalat dhuha ...tetap semangat ya nak...wass..

Pengertian APBN

Beberapa ada yang berpendapat bahwa pengertian APBN adalah suatu daftar rencana seluruh penerimaan dan juga pengeluaran Negara dalam upaya mencapai suatu tujuannya. Umumnya, rancangan APBN akan dibuat untuk kurun waktu satu tahun.

Di dalam rancangan APBN akan tertulis seluruh daftar sistematis dan terperinci terkait penerimaan serta pengeluaran pemerintah dalam periode satu tahun anggaran, yang dimulai dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember. Rancangan APBN di dalamnya mencakup perubahan dan juga pertanggungjawaban setiap tahun yang sudah ditetapkan sesuai dengan undang-undang.

Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 23 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap tahun APBN akan ditetapkan dengan Undang-Undang. Jika DPR tidak menyetujui anggaran yang sudah diusulkan oleh pemerintah pusat, maka pihak pemerintah pusat akan menggunakan anggaran yang masih ada pada tahun lalu.

Baca juga: Komoditas: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik Pasar Komoditas

Fungsi APBN

APBN adalah suatu alat yang berguna untuk mengatur pendapatan dan juga pengeluaran negara dalam hal pembiayaan dan juga pelaksanaan berbagai aktivitas pemerintah, mulai dari pembangunan pencapaian ekonomi, meningkatkan pendapatan nasional, stabilitas perekonomian, serta menentukan arah dan prioritas pembangunan secara menyeluruh.

Dalam penerapannya, APBN memiliki beberapa peran penting, yaitu peran pengawasan, perencanaan, otorisasi, distribusi, alokasi, dan stabilisasi. Setiap bentuk penerimaan akan menjadi hak dan pengeluaran akan menjadi kewajiban negara yang harus diinput ke dalam APBN.

Walaupun nantinya ada surplus penerimaan, maka negara bisa menggunakannya untuk membiayai pengeluaran negara pada periode berikutnya. Nah, berdasarkan penjelasan ini, maka APBN memiliki berbagai fungsi, yaitu:

1. Fungsi Otorisasi

Fungsi otorisasi dari APBN berarti anggaran negara yang dijadikan dasar sebagai pelaksanaan pendapatan dan belanja negara pada tahun yang sedang berjalan. Sehingga, pembelanjaan dan juga pendapatan nantinya bisa dipertanggungjawabkan pada rakyat Indonesia.

2. Fungsi Perencanaan

Dalam hal ini, fungsi perencanaan berarti APBN bisa dijadikan sebagai acuan bagi negara untuk bisa merencanakan berbagai kegiatannya pada tahun yang sedang berjalan. Sehingga, jika anggaran belanja sudah disusun secara rapih, maka negara bisa membuat berbagai rencana kegiatannya guna mendukung pembelanjaan tersebut.

Contohnya adalah dalam anggaran tercantum anggaran dalam membuat proyek pembangunan jalan senilai Rp 5 miliar, maka pihak pemerintah bisa segera bertindak untuk melakukan proyek tersebut agar nantinya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah.

3. Fungsi Pengawasan

APBN juga berfungsi sebagai pengawasan yang berarti bahwa pembuatan rencana anggaran wajib dijadikan seabgai suatu pedomen untuk menilai segala jenis aktivitas penyelenggaraan pemerintah sudah sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, masyarakat akan mudah untuk menilai ketepatan pemerintah dalam menggunakan uang negara.

4. Fungsi Alokasi

Pengertian APBN sebagai fungsi alokasi adalah negara harus mampu mengurangi pemborosan dalam segala jenis pemanfaatan sumber daya serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi perekonomian negara. Pada prosesnya, fungsi alokasi ini dijalankan dengan memanfaatkan kualitas sumber daya, efektivitas, dan efisiensi perekonomian, seperti pembangunan tanggul, jembatan jalan, atau perbaikan fasilitas publik tersebut.

5. Fungsi Distribusi

Fungsi APBN sebagai distribusi berarti negara harus memperhatikan keadilan dan kepatutan dalam menjalankan berbagai kebijakannya. Dalam hal ini, negara harus memanfaatkan APBN untuk kepentingan masyarakat, seperti untuk dana pensiun, subsidi, dan premi lainnya.

6. Fungsi Stabilisasi

APBN juga berfungsi untuk memelihara dan menjaga keseimbangan perekonomian dasar negara. Dalam prosesnya, APBN harus berguna untuk menjaga arus uang atau mencegah tingginya tingkat inflasi dan deflasi yang terlampau besar.

Tujuan APBN

Berdasarkan penjelasan diatas, setidaknya terdapat dua tujuan utama dibentuknya APBN. Pertama, APBN dirancang untuk memelihara serta menjaga tingkat stabilitas perekonomian negara dan juga mencegah adanya defisit negara.

Kedua, APBN disusun sebagai suatu pedoman dalam hal penerimaan serta pengeluaran negara dalam proses penyelenggaraan aktivitas negara. Kegiatan tersebut juga harus diiringi dengan adanya peningkatan peluang kerja untuk meningkatkan perekonomian dan kemakmuran rakyat.


Rabu, 06 Januari 2021

konsumsi dan investasi kls x ipa 2,3 jam 1,2 n 7,8

assalamualaikum anak shaleh n shaleha...smg kt semua dalam keadaan sehat ya nak...di tahun yg baru ini smg kalian jg mempunyai semangat yg lebih dari thn yg lalu...sukses n bahagia sll dunia akhirat...aamiin wass...materi kali ini kalian bisa lihat n baca...jgn lupa di rangkum ya nak...

3.  KONSUMSI

Konsumsi merupakan tindakan pelaku ekonomi, baik individu maupun kelompok, dalam menggunakan komoditas berupa barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhannya.Mengapa kita harus mempelajari konsumsi? Membahas konsumsi dangat penting untuk analisis ekonomi jangka panjang maupun jangka pendek suatu negara. Secara agregat, konsumsi merupakan penjumlahan dari pengeluaran seluruh rumah tangga yang ada dalam suatu perekonomian.Dengan mengetahui total pengeluaran dari suatu perekonomian, maka akan dapat diketahui beberapa masalah penting yang muncul dalam perekonomian, seperti pemerataan pendapatan, efisiensi penggunaan sumber daya alam suatu perekonomian, dan masalah-masalah lainnya.

4 Secara umum, pengeluaran konsumsi terbagi menjadi konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga. Namun, dalam pembahasan kali ini kita lebih menekankan pada konsumsi rumah tangga, alasannya adalah sebagai berikut :Konsumsi rumah tangga memiliki porsi yang lebih besar dalam pengeluaran agregat jika dibandingkah dengan konsumsi pemerintah.Konsumsi rumah tangga bersifat endogen, dalam arti besarnya konsumsi rumah tangga berkaitan erat dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Keterkaitan ini akan menghasilkan teori dan model ekonomi sendiri untuk konsumsi.Perkembangan masyarakat yang begitu cepat menyebabkan perilaku konsumsi juga berubah cepat sehingga pembahasan tentang konsumsi rumah tangga akan tetap relevan.

5 Perbandingan Konsumsi Rumah Tangga dengan Pemerintah (Dalam Miliar Rupiah)
Grafik di atas memperlihatkan bahwa konsumsi rumah tangga jauh mendominasijika dibandingkan dengan konsumsi pemerintah.

6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ekonomi
Faktor Ekonomi. Ada faktor ekonomi yang dapat mempengaruhi tingkat konumsi, antara lain pendapatan rumah tangga, kekayaan rumah tangga, tingkat bunga, dan perkiraan akan masa depan.Faktor Demografi. Jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh pada besarnya tingkat konsumsi. Jumlah penduduk yang semakin banyak akan memperbesar pengeluaran konsumsi secara menyeluruh meskipun pengeluaran rata-rata per orang atau per keluarga relatif rendah.Faktor Non-Ekonomi. Faktor-faktor non ekonomi yang banyak berpengaruh terhadap besarnya konsumsi adalah faktor sosial budaya masyarakat.

7 Teori Konsumsi J.M Keynes Irving Fisher Franco Modigliani
Milton Friedman

8 J.M. KeynesKeynes berpendapat dalam teorinya, Keynesian Consumption Function, bahwa yang menentukan besarnya pengeluaran rumah tangga saat ini, baik perorangan maupun keseluruhan, adalah pendapatan (pendapatan disposabel) saat ini.Dalam asumsinya, ada batas konsumsi minimal yang tidak tergantung pada tingkat pendapatan. Dengan kata lain. Ada konsumsi yang memang harus dipenuhi walaupun tingkat pendapatan sama dengan nol, inilah yang disebut dengan konsumsi otonomus.Pendapatan dapat digunakan untuk keperluan konsumsi dan sebagian lagi ditabung. Secara matematis, hal ini dapat ditulis :di mana :Y = pendapatanC = konsumsiS = tabunganY = C + S

9 Irving FisherMenurut Irving Fihser, seseorang akan memutuskan berapa banyak pendapatan yang dikonsumsi dan berapa banyak yang ditabung dengan mempertimbangkan kondisi pada saat ini dan di masa depan. Semakin banyak ia dikonsumsi saat ini, maka akan sedikit yang dapat ia konsumsi di masa depan.Fisher menunjukkan kendala yang dihadapi konsumen dan bagaimana mereka memilih antara konsumsi dan tabungan. Mesyarakat rasional akan berusaha menambah jumlah barang dan mutu barang atau jasa yang dikonsumsi. Masyarakat yang mengkonsumsi lebih sedikit dari yang sebenarnya terjadi karena keterbatasan anggaran (budget constraint).Ketika mereka harus memutuskan berapa yang harus dikonsumsi saat ini dan berapa yang harus ditabung, mereka menghadapi apa yang disebut intertemporal budget constraint.

10 Franco ModiglianiFranco Modigliani berpendapat bahwa kegiatan konsumsi adalah kegiatan seumur hidup. Oleh karena itu, ia membuat hipotesis tentang berapa banyak jumlah yang dikonsumsi seseorang tergantung pada tingkat pendapatan yang berubah secara teratur (regular pattern) sepanjang kehidupan seseorang, dan tabungan juga mengikuti perubahan pendapatan tersebut. Hal ini disebut life-cycle hypothesis.Model siklus hidup membagi perjalanan hidup manusia menjadi tiga periode sebagai berikut :Periode Belum Produktif. Periode ini berlangsung sejak manusia lahir, bersekolah, dan bekerja pada kali pertama. Biasanya berkisar antara nol sampai dua puluh tahun.Periode Produktif. Periode ini berlangsung antara usia dua puluh sampai enam puluh tahun. Selama periode ini manusia mulai dapat meraih tingkat penghasilan yang meningkat sehingga sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumsinya sendiri.Periode Tidak Produktif Lagi. Periode ini berlangsung di atas umur enam puluh tahun.

11 Milton FriedmanDalam hipotesisnya dikemukakan bahwa konsumsi tergantung dari pendapatan permanen seseorang. Yang dimaksud pendapatan permanen ini adalah tingkat pendapatan rata-rata yang diharapkan akan diperoleh dalam jangka panjang. Sumber pendapatan permanen ini bisa berasal dari pendapatan upah/gaji, maupun dari non-upah (misalnya uan sewa).Pendapatan permanen akan meningkat bila individu menilai kualitas dirinya baik dan mampu bersaing dengan orang lain untuk memperoleh pendapatan. Dengan keyakinan tersebut, maka harapannya akan upah yang akan diterima dan kekayaan yang dimilikinya akan meningkat pula.Pendapatan saat ini tidak selalu sama dengan pendapatan permanen. Hal ini disebabkan oleh adanya pendapatan yang tidak permanen yang besarnya berubah-ubah. Pendapatan inilah yang disebut dengan pendapatan transitori.

12 Secara matematis pendapatan seseorang dapat ditulis sebagai berikut :
Sementara itu, fungsi konsumsi menurut Friedman adalah sebagai berikut :Y = Yp + Ytdi mana :Y = pendapat yang dapat dibelanjakan (pendapatan disposabel)Yp = pendapatan permanenYt = pendapatan transitoriC =  YpC = konsumsi = konstanta

13 Hubungan Antara Konsumsi, Tabungan dan Pendapatan
Pada pendapatan rendah, tabungan akan dipakai untuk membiayai konsumsi. Kita bisa melihat bahwa tabungan tetap minus hingga mencapai pendapatan Rp Ini menujukkan bahwa pengeluaran untuk konsumsi dibiayai oleh tabungan atau pendapatan masa lalu yang disimpan.Peningkatan pendapatan akan meningkatkan konsumsi. Pada pendapatan Rp , jumlah konsumsinya adalah Rp Konsumsi juga meningkat menjadi Rp pada saat pedapatan RpRumah tangga akan menabung pada pendapatan lebih tinggi. Saat rumah tangga mendapatkan pendapatan tinggi, sebuah keluarga mampu untuk menabung. Jumlah tabungan juga akan meningkat sejalan dengan meningkatnya pendapatan.

14 Marginal Prospensity to Consume (MPC)
MPC atau kecenderungan mengkonsumsi marjinal merupakan perbandingan antara pertambahan konsumsi dengan pertambahan pendapatan yang diperoleh. Dengan kata lain, MPC dipakai untuk mengukur rasio perubahan konsumsi terhadap perubahan pendapatan. Berapa banyak konsumsi akan bertambah jika pendapatan seseorang untuk dibelanjakan (pendapatan disposabel) meningkat. Karena itulah angkanya berkisar antara 0 dan 1. MPC bisa saja lebih dari angka 1 jika orana tersebut meminjam uang untuk membayar pengeluaran yang lebih tinggi daripada pendapatannya. Angka MPC juga tidak mungkin negatif, karena manusia tidak mungkin hidup tanpa mengkonsumsi barang atau jasa.DimanaΔC = pertambahan konsumsiΔYd = pertambahan pendapatan nasionalMPC = ΔC/ ΔYd

15 Average Prospensity to Consume (APC)
Kecondongan mengkonsumsi rata-rata merupakan perbandingan antara tingkat pengeluaran konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposabel pads saat konsumsi tersebut dilakukan (Yd).Dirumuskan :DimanaC = tingkat konsumsiYd = tingkat pendapatanAPC = C / Yd

Kisi2 ekonomi kls xii c, s1 n s2

 Nama          :   LIDA Mapel          :   Ekonomi Kelas           :   xii c , s1  dan s2 Assalamu’alaikum Wr. Wb Untuk persiapan Sumatif Te...