Nama Guru: Lida
Mapel : Ekonomi
Kelas: x. 5
Jam : 1,2
Hari : Kamis, 22 okt 26
1. Capaian Pembelajaran (CP)
Fase/Kelas: Fase E / Kelas X SMA/MA Elemen: Pemahaman Konsep Ekonomi dan Keterampilan Proses
Peserta didik mampu memahami konsep permintaan, penawaran, dan keseimbangan pasar serta menganalisis terbentuknya harga dan jumlah keseimbangan melalui interaksi antara permintaan dan penawaran. Peserta didik mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan keseimbangan pasar serta dampaknya terhadap konsumen dan produsen. Peserta didik juga mampu memahami berbagai sistem ekonomi, yaitu sistem ekonomi tradisional, komando, pasar, dan campuran, serta menganalisis karakteristik, kelebihan, kekurangan, dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan pengamatan, diskusi, pengolahan data, dan studi kasus, peserta didik mampu menyajikan hasil analisis secara logis, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
2..Tujuan Pembelajaran (TP)
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
No. | Tujuan Pembelajaran |
|---|---|
1 | Menjelaskan pengertian permintaan, penawaran, dan keseimbangan pasar dengan benar. |
2 | Mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi permintaan dan penawaran. |
3 | Menentukan harga dan jumlah keseimbangan pasar berdasarkan tabel, kurva, atau fungsi permintaan dan penawaran. |
4 | Menganalisis dampak perubahan permintaan dan penawaran terhadap harga serta jumlah keseimbangan pasar. |
5 | Menjelaskan pengertian dan karakteristik berbagai sistem ekonomi. |
6 | Membandingkan kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi tradisional, komando, pasar, dan campuran. |
7 | Menganalisis penerapan sistem ekonomi dalam kehidupan masyarakat dan perekonomian Indonesia. |
8 | Menyajikan hasil analisis keseimbangan pasar dan sistem ekonomi melalui laporan, diskusi, atau presentasi. |
Materi Ekonomi: Keseimbangan Pasar dan Sistem Ekonomi
A. Keseimbangan Pasar
1. Pengertian keseimbangan pasar
Keseimbangan pasar adalah keadaan ketika jumlah barang yang
diminta konsumen sama dengan jumlah barang yang ditawarkan produsen pada
tingkat harga tertentu.
Keseimbangan pasar terjadi ketika:
\[ Q_d=Q_s \]
Keterangan:
- \(Q_d\)
= jumlah barang yang diminta (quantity demanded).
- \(Q_s\)
= jumlah barang yang ditawarkan (quantity supplied).
Pada titik keseimbangan terdapat harga keseimbangan
(equilibrium price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium quantity).
2. Hubungan permintaan, penawaran, dan harga

a. Permintaan (demand)
Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli
konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu.
Berdasarkan hukum permintaan, ketika harga naik, jumlah yang
diminta cenderung turun, dengan asumsi faktor lain tetap (ceteris paribus).

b. Penawaran (supply)
Penawaran adalah jumlah barang yang ingin dan mampu dijual
produsen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu.
Berdasarkan hukum penawaran, ketika harga naik, jumlah yang
ditawarkan cenderung naik, dengan asumsi faktor lain tetap.

c. Harga keseimbangan
Harga keseimbangan terbentuk melalui interaksi permintaan
dan penawaran. Jika harga berada di atas harga keseimbangan, dapat terjadi
kelebihan penawaran. Jika harga berada di bawah harga keseimbangan, dapat
terjadi kelebihan permintaan.
3. Kondisi ketidakseimbangan pasar
|
Kondisi |
Penyebab |
Dampak |
|
Kelebihan penawaran (surplus) |
Harga di atas harga keseimbangan |
Barang tidak seluruhnya terjual |
|
Kelebihan permintaan (shortage) |
Harga di bawah harga keseimbangan |
Barang yang tersedia tidak mencukupi permintaan |
|
Keseimbangan |
Jumlah diminta sama dengan jumlah ditawarkan |
Tidak terdapat surplus atau kekurangan pada harga tersebut |
4. Contoh perhitungan keseimbangan pasar
Diketahui fungsi permintaan dan penawaran beras sebagai
berikut:
\[ Q_d=100-2P \]
\[ Q_s=20+2P \]
Tentukan harga dan jumlah keseimbangan pasar!
Penyelesaian:
Langkah 1: Samakan permintaan dan penawaran.
\[ Q_d=Q_s \]
\[ 100-2P=20+2P \]
Langkah 2: Hitung harga keseimbangan.
\[ 100-20=2P+2P \]
\[ 80=4P \]
\[ P=20 \]
Langkah 3: Hitung jumlah keseimbangan dengan memasukkan
\(P=20\) ke fungsi permintaan.
\[ Q_d=100-2(20)=60 \]
Pemeriksaan pada fungsi penawaran:
\[ Q_s=20+2(20)=60 \]
Jadi, harga keseimbangan adalah 20 satuan harga dan jumlah
keseimbangan adalah 60 satuan barang.
Nilai tersebut merupakan satuan hipotetis sesuai fungsi yang
diberikan, bukan harga beras aktual.
5. Keseimbangan pasar dalam perspektif Islam
Islam mengajarkan bahwa aktivitas pasar harus memperhatikan
keadilan, kejujuran, kerelaan antara penjual dan pembeli, serta larangan
mengambil keuntungan melalui cara yang zalim.
a. Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 29
Allah Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم
بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ
Artinya secara ringkas: orang-orang beriman dilarang memakan
harta sesama dengan cara yang batil, kecuali melalui perdagangan yang
berlangsung atas dasar saling rela.
Hubungannya dengan keseimbangan pasar:
- Transaksi
harus dilakukan atas dasar kerelaan penjual dan pembeli.
- Harga
dan informasi barang tidak boleh dimanipulasi untuk menipu pihak lain.
- Keseimbangan
pasar secara ekonomi perlu disertai proses transaksi yang adil secara
etika.
b. Al-Qur’an Surah Al-Muthaffifin ayat 1–3
Ayat ini memberikan peringatan kepada orang-orang yang
curang dalam takaran dan timbangan.
Hubungannya dengan pasar: penjual wajib memberikan jumlah
dan kualitas barang sesuai kesepakatan. Kecurangan dapat merugikan konsumen dan
merusak kepercayaan dalam kegiatan perdagangan.
c. Hadis tentang kejujuran dalam perdagangan
Rasulullah saw. bersabda:
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
Artinya: “Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk
golongan kami.” (HR. Muslim, no. 101).
Hubungannya dengan keseimbangan pasar: informasi tentang
kualitas, jumlah, dan kondisi barang harus disampaikan secara jujur. Pasar yang
sehat tidak hanya mengejar harga keseimbangan, tetapi juga melindungi hak para
pihak yang bertransaksi.
d. Hadis tentang penetapan harga
Dalam hadis riwayat Abu Dawud (no. 3451) dan At-Tirmidzi
(no. 1314), terdapat riwayat ketika masyarakat meminta Rasulullah saw.
menetapkan harga, lalu beliau menyampaikan keberatan karena khawatir menetapkan
harga tersebut secara tidak adil terhadap harta dan hak orang lain.
Hadis ini sering dijadikan bahan pembahasan mengenai
penetapan harga dalam Islam. Pemahamannya perlu dilakukan secara utuh: harga
pasar tidak boleh dimanipulasi, tetapi kebijakan untuk mencegah kezaliman dan
melindungi masyarakat juga perlu mempertimbangkan kondisi serta prinsip
keadilan.
Dengan demikian, keseimbangan pasar bukan berarti setiap
harga yang terbentuk otomatis adil. Kita tetap perlu memperhatikan apakah
prosesnya bebas dari penipuan, penimbunan yang merugikan, dan penyalahgunaan
kekuatan pasar.
B. Sistem Ekonomi
1. Pengertian sistem ekonomi
Sistem ekonomi adalah cara suatu negara atau masyarakat
mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan
manusia dengan sumber daya yang terbatas.
Setiap negara memiliki sistem ekonomi yang berbeda sesuai
dengan ideologi, sejarah, sumber daya, dan tujuan pembangunannya.
2. Macam-macam sistem ekonomi

a. Sistem ekonomi tradisional
Kegiatan ekonomi berdasarkan adat istiadat dan kebiasaan
turun-temurun. Produksi biasanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri
atau komunitas.
Kelebihan: gotong royong dan hubungan sosial kuat.
Kekurangan: teknologi dan produktivitas cenderung terbatas.

b. Sistem ekonomi pasar
Keputusan produksi dan konsumsi terutama ditentukan oleh
mekanisme permintaan, penawaran, dan harga. Kepemilikan pribadi serta kebebasan
berusaha memiliki peran penting.
Kelebihan: mendorong inovasi dan persaingan. Kekurangan:
berpotensi menimbulkan kesenjangan dan monopoli.

c. Sistem ekonomi komando
Pemerintah memiliki peran dominan dalam menentukan produksi,
distribusi, dan alokasi sumber daya.
Kelebihan: dapat memprioritaskan kebutuhan publik.
Kekurangan: berisiko kurang responsif terhadap kebutuhan konsumen dan
melemahkan insentif inovasi.

d. Sistem ekonomi campuran
Mekanisme pasar berjalan bersama peran pemerintah dalam
regulasi, pelayanan publik, perlindungan masyarakat, dan pengawasan persaingan.
Kelebihan: menggabungkan kebebasan berusaha dengan
perlindungan kepentingan umum. Kekurangan: memerlukan kebijakan dan pengawasan
yang efektif.
3. Prinsip ekonomi dalam Al-Qur’an dan hadis
Islam memberikan prinsip moral dan hukum dalam menjalankan
kegiatan ekonomi. Prinsip-prinsip tersebut dapat digunakan untuk menilai
berbagai sistem ekonomi, tetapi tidak identik sepenuhnya dengan salah satu
sistem ekonomi konvensional.
|
Dasar Islam |
Kandungan pokok |
Penerapan dalam sistem ekonomi |
|
QS. An-Nisa: 29 |
Perdagangan atas dasar kerelaan dan larangan memperoleh
harta secara batil |
Melindungi hak penjual dan pembeli |
|
QS. Al-Hasyr: 7 |
Kekayaan tidak boleh hanya beredar di kalangan orang kaya |
Mendorong distribusi kekayaan yang lebih luas |
|
QS. Al-Baqarah: 275 |
Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba |
Transaksi harus memperhatikan ketentuan syariah |
|
QS. Al-Jumu’ah: 10 |
Manusia diperintahkan bertebaran di bumi dan mencari
karunia Allah setelah salat |
Mendorong kerja, usaha, dan produktivitas |
|
HR. Muslim no. 101 |
Larangan menipu |
Menjaga kejujuran dan kepercayaan dalam kegiatan ekonomi |
a. QS. Al-Hasyr ayat 7: pemerataan distribusi kekayaan
Bagian ayat yang relevan:
كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنكُمْ
Artinya secara ringkas: agar harta itu tidak hanya beredar
di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.
Ayat ini berbicara dalam konteks pembagian harta fai’.
Prinsip yang dapat dipetik untuk pembelajaran ekonomi adalah pentingnya
memperhatikan distribusi kekayaan dan mencegah pemusatan manfaat ekonomi pada
kelompok tertentu.
Penerapannya antara lain:
- Mengembangkan
zakat, infak, dan sedekah sesuai ketentuan.
- Membuka
kesempatan usaha bagi masyarakat kecil.
- Meningkatkan
akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
- Mendorong
kebijakan ekonomi yang memperhatikan masyarakat kurang mampu.
b. QS. Al-Baqarah ayat 275: jual beli dan riba
Ayat ini membedakan jual beli yang dihalalkan dengan riba
yang diharamkan.
Dalam pembelajaran sistem ekonomi Islam, kegiatan usaha
perlu memperhatikan kehalalan objek transaksi, kejelasan akad, keadilan, serta
larangan riba. Ayat ini bukan berarti semua transaksi jual beli otomatis sesuai
syariah; pelaksanaannya tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku.
c. QS. Al-Jumu’ah ayat 10: kerja dan produktivitas
Setelah salat ditunaikan, manusia diperintahkan untuk
bertebaran di bumi dan mencari karunia Allah.
Nilai ekonomi yang dapat dipelajari adalah pentingnya
bekerja, berusaha, menghasilkan barang dan jasa, serta menjalankan kegiatan
ekonomi secara bertanggung jawab.
d. Hadis tentang kejujuran dan amanah
Hadis riwayat Muslim no. 101 mengingatkan umat Islam agar
tidak melakukan penipuan.
Dalam praktik sistem ekonomi, nilai ini dapat diterapkan
dengan cara:
- Menyampaikan
kualitas barang secara benar.
- Tidak
memalsukan laporan keuangan.
- Tidak
memanipulasi harga melalui informasi palsu.
- Memenuhi
perjanjian dan hak pihak lain.
4. Sistem ekonomi Indonesia dan nilai Islam
Indonesia menerapkan sistem ekonomi yang bercorak campuran,
dengan mekanisme pasar, kepemilikan pribadi, peran badan usaha milik negara,
dan tanggung jawab pemerintah dalam mengatur perekonomian.
Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan
bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan,
serta cabang produksi penting dan sumber daya alam tertentu dikuasai oleh
negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Nilai tersebut dapat dipertemukan dengan prinsip Islam dalam
hal tanggung jawab sosial, keadilan, kerja sama, dan pemerataan manfaat
ekonomi. Namun, keduanya berasal dari kerangka hukum dan pemikiran yang berbeda
sehingga tidak boleh dianggap sepenuhnya sama.
Contoh penerapan di Indonesia:
- UMKM
memperoleh kesempatan berusaha dan akses pembiayaan.
- Pemerintah
mengawasi persaingan usaha dan melindungi konsumen.
- Masyarakat
menjalankan zakat dan kegiatan sosial sesuai ketentuan.
- Produsen
menetapkan harga melalui mekanisme pasar tanpa penipuan atau praktik yang
merugikan masyarakat.
C. Soal Latihan dan Pembahasan
Berikut 10 soal pilihan ganda untuk siswa SMA, mulai dari
pemahaman konsep hingga analisis kasus.
Latihan pilihan ganda
0 dari 10 dijawab
Pilih satu jawaban untuk setiap soal. Setelah selesai, tekan
tombol periksa untuk melihat nilai dan pembahasan.
1. Ketika harga cabai naik jauh di atas harga keseimbangan,
jumlah yang ditawarkan petani meningkat, sedangkan jumlah yang diminta konsumen
menurun. Kondisi ini cenderung menimbulkan ....
A. Kelebihan permintaan
B. Kelebihan penawaran
C. Keseimbangan baru tanpa perubahan
D. Penurunan jumlah yang ditawarkan
2. Diketahui Qd = 120 − 2P dan Qs = 30 + P. Harga
keseimbangan pasar adalah ....
A. P = 20
B. P = 25
C. P = 30
D. P = 40
3. Pemerintah menetapkan harga maksimum beras di bawah harga
keseimbangan. Jika kebijakan tersebut mengikat dan faktor lain tetap, dampak
yang paling mungkin adalah ....
A. Surplus beras
B. Kekurangan beras
C. Penawaran selalu melebihi permintaan
D. Harga pasar pasti tidak berubah
4. Seorang pedagang menyembunyikan sebagian cacat produk
agar barangnya terjual dengan harga tinggi. Perilaku tersebut paling
bertentangan dengan ....
A. Prinsip kejujuran dalam perdagangan
B. Prinsip spesialisasi produksi
C. Hukum penawaran
D. Prinsip pembagian kerja
5. Makna ekonomi yang dapat dipetik dari QS. An-Nisa ayat 29
adalah ....
A. Semua harga harus ditetapkan pemerintah
B. Transaksi harus berlangsung secara sah dan atas dasar
kerelaan
C. Produsen bebas menyembunyikan informasi produk
D. Keuntungan usaha tidak diperbolehkan
6. Suatu negara memberi ruang bagi usaha swasta, tetapi
pemerintah juga menyediakan layanan publik, mengawasi monopoli, dan mengatur
sektor strategis. Sistem ini paling tepat disebut ....
A. Sistem tradisional
B. Sistem pasar murni
C. Sistem komando murni
D. Sistem campuran
7. Sebuah perusahaan meningkatkan produksi, tetapi limbahnya
mencemari sungai dan merugikan warga. Penilaian yang paling tepat berdasarkan
nilai ekonomi Islam adalah ....
A. Produksi selalu dibenarkan selama laba meningkat
B. Kerugian masyarakat tidak berkaitan dengan kegiatan
ekonomi
C. Kegiatan ekonomi harus memperhatikan tanggung jawab dan
kemaslahatan masyarakat
D. Perusahaan tidak perlu mematuhi aturan lingkungan
8. QS. Al-Hasyr ayat 7, dalam konteks pembagian harta fai’,
mengandung prinsip yang relevan untuk pembelajaran distribusi ekonomi, yaitu
....
A. Kekayaan sebaiknya terkonsentrasi pada kelompok kaya
B. Manfaat ekonomi perlu didistribusikan agar tidak hanya
beredar di kalangan orang kaya
C. Seluruh kepemilikan pribadi harus dihapus
D. Harga semua barang harus sama
9. Diketahui Qd = 80 − P dan Qs = 20 + 2P. Jika harga pasar
P = 10, kondisi pasar adalah ....
A. Keseimbangan karena Qd = Qs
B. Surplus sebanyak 10 unit
C. Kekurangan sebanyak 10 unit
D. Surplus sebanyak 20 unit
10. Pernyataan yang paling tepat tentang hubungan sistem
ekonomi Islam dan sistem ekonomi campuran Indonesia adalah ....
A. Keduanya merupakan istilah yang sepenuhnya sama
B. Sistem ekonomi Indonesia melarang semua kepemilikan
pribadi
C. Prinsip Islam dapat menjadi pedoman etika, tetapi tidak
identik sepenuhnya dengan sistem ekonomi campuran
D. Sistem ekonomi Islam hanya membahas penentuan harga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar