Pengertian Produksi dan Prosesnya. Nah, Squad ternyata tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi yang penting bagi setiap negara. Tanpa adanya tenaga kerja, faktor produksi alam dan faktor produksi modal tidak dapat digunakan secara optimal. Lalu apa sih sebenarnya tenaga kerja itu.. Tenaga kerja (Sumber: mandarnesia.com)
Sebelumnya, kamu tahu tidak berapa total populasi penduduk Indonesia? Pada tahun 2017 penduduk Indonesia mencapai sekitar 260 juta lho dan karenanya Indoensia manjadi negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia. Nah, penduduk dalam suatu negara dibagi menjadi dua bagian yakni kelompok tenaga kerja dan kelompok bukan tenaga kerja. Kelompok tenaga kerja adalah penduduk berusia produktif yaitu berusia antara 15-64 tahun. Bagaimana dengan penduduk yang berumur kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun? Tentu saja mereka termasuk dalam kategori bukan tenaga kerja.
Ternyata tenaga kerja dibagi lagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok bukan angkatan kerja. Perbedaan angkatan kerja dan bukan angkatan kerja adalah pada batasan kerja. Angkatan kerja adalah penduduk yang telah bekerja atau masih mencari pekerjaan. Sebaliknya, bukan angkatan kerja adalah penduduk yang tidak bekerja, tidak mempunyai pekerjaan dan sedang tidak mencari pekerjaan, misalnya pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pensiunan.
Untuk menjalankan kegiatan perekonomi pasti membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja disebut sebagai kesempatan kerja. Definisi dari kesempatan kerja merupakan tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan pekerjaan. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk, jumlah angkatan kerja dan tenaga kerja juga meningkat, namun tidak dibarengi dengan kesempatan kerja yang sama. Oleh karena itu, dari sekian banyak angkatan kerja ada penduduk yang tidak bekerja atau disebut sebagai pengangguran.
Nah, karena itu dapat disimpulkan bahwa semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dalam suatu negara, semakin besar pula kesempatan kerja bagi tenaga kerja, sehingga semakin kecil tingkat pengangguran, dan berlaku sebaliknya.
Pengertian Distribusi, Fungsi, Tujuan, dan Jenis-Jenis Distribusi
Ilustrasi Distribusi
Pengertian Distribusi Secara Umum
Sebenarnya, apa itu distribusi? Pengertian Distribusi adalah kegiatan menyalurkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dari produsen ke konsumen sehingga produk tersebut tersebar luas.
Ada juga yang menyebutkan arti distribusi adalah suatu kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk memudahkan proses penyampaian produk dari produsen kepada konsumen. Dengan kata lain, pengertian distribusi adalah penghubung antara aktivitas produksi dan konsumsi.
Pada pelaksanaannya, distribusi merupakan bagian dari proses pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah pada produk melalui berbagai fungsi seperti utility, tempat, waktu, dan hak kepemilikan produk. Selain itu, tercipta juga kelancaran arus pemasaran, baik secara fisik maupun non-fisik seperti arus informasi, promosi, negosiasi, pembayaran, dan lain sebagainya.
Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa arti distribusi, maka kita dapat merujuk pada pendapat para ahli, diantaranya adalah:
1. Soekartawi Menurut Soekartawi, pengertian distribusi adalah aktivitas menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa supaya sampai hinga konsumen akhir.
2. Assauri
Menurut Assauri, pengertian distribusi adalah kegiatan memindahkan produk dari sumber ke konsumen akhir dengan saluran distribusi pada waktu yang tepat.
3. Basu Swastha
Menurut Basu Swastha, definisi distribusi adalah saluran pemasaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang terdapat pada saluran distribusi adalah produsen, distributor, konsumen atau industri.
Fungsi Distribusi
Secara umum ada empat fungsi utama kegiatan distribusi, yaitu pembelian, klasifikasi, promosi, dan penyaluran. Berikut penjelasan selengkapnya:
1. Pembelian Produk
Kegiatan pembelian barang merupakan proses awal dari distribusi yang diproduksi oleh produsen. Namun, jika penyaluran barang dari produsen dilakukan secara langsung kepada konsumen, maka proses ini tidak berlaku.
2. Klasifikasi Produk
Setelah proses pembelian barang, akan ada kegiatan pengklasifikasian barang berdasarkan fungsi dan jenisnya agar pemasaran dan penghitungan barang menjadi lebih mudah.
3. Promosi Produk
Setelah barang diklasifikasikan maka akan terjadi proses promosi barang, yaitu memperkenalkan barang tersebut kepada khalayak. Proses promosi barang ini dapat dilakukan dengan memasang display di etalase toko, iklan di berbagai media, dan penawaran langsung ke konsumen.
4. Penyaluran Produk
Ini merupakan aktivitas utama dari distribusi, yaitu menyalurkan barang kepada konsumen. Proses penyaluran harus dilakukan dengan cepat dan tepat agar distributor mendapatkan keuntungan dari kegiatan distribusi.
Tujuan Distribusi
Tujuan utama kegiatan distribusi adalah untuk menjamin kelangsungan aktivitas produksi dan menjamin produk diterima dengan baik oleh konsumen. Berikut penjelasan selengkapnya: 1. Menjamin Kelangsungan Kegiatan Produksi
Proses distribusi yang berjalan dengan baik akan membantu kegiatan produksi. Dengan melakukan kegiatan distribusi maka produk yang telah dihasilkan tidak tertahan di gudang produsen tetapi berpindah ke tangan distributor.
2. Menjamin Produk Sampai ke Konsumen
Sesuai dengan tujuan utamanya, kegiatan distribusi akan memastikan produk dari produsen dapat sampai ke konsumen. Proses distribusi ini bisa dilakukan dengan cara pengenalan barang (promosi) hingga proses pengiriman barang ke konsumen.
Jenis-Jenis Distribusi
Berdasarkan peran produsen dengan konsumen, jenis distribusi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Distribusi Langsung
Pengertisn distribusi langsung adalah suatu kegiatan penyaluran barang dari produsen langsung kepada konsumen. Dengan kata lain, produsen berperan sebagai distributor dan proses distribusinya tidak melalui perantara atau pihak ketiga.
2. Distribusi Tidak Langsung
Pengertian distribusi tak langsung adalah suatu kegiatan penyaluran barang dari produsen kepada konsumen yang menggunakan perantara atau pihak ketiga. Dalam hal ini, distributor bisa berupa perorangan atau perusahaan distribusi.
Pelaku Distribusi
Berdasarkan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen, pelaku distribusi (distributor) dapat dibedakan menjadi enam kelompok, yaitu:
1. Pedagang
Pedagang adalah pihak yang membeli barang dari produsen dan menjualnya kembali ke konsumen akhir. Pedagang dapat menentukan harga jual suatu produk sesuai dengan kondisi pasar dan sosial ekonomi di suatu masyarakat.
2. Agen
Agen adalah perusahaan yang memiliki tanggungjawab untuk menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen. Keuntungan yang didapatkan oleh agen adalah dari niali komisi yang telah ditentukan.
3. Makelar
Makelar adalah pihak yang mempertemukan produsen dengan calon pembeli suatu produk, baik itu barang atau jasa. Makelar tidak mengeluarkan modal pada proses distribusi dan keuntungan yang didapatkan adalah berupa fee dari produsen dan konsumen atas jasanya.
4. Eksportir
Eksportir adalah pihak yang menyalurkan barang dari produsen dalam negeri kepada konsumen yang berada di luar negeri.
5. Importir
Kebalikan dari eksportir, importir adalah pihak yang menyalurkan barang dari luar negeri kepada konsumen di dalam negeri.
6. Komisioner
Komisioner adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan atas namanya sendiri.
Faktor yang Mempengaruhi Distribusi
Kegiatan distribusi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi adalah:
Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.
Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau badan yang melakukan kegiatan produksi disebut dengan produsen. Berdasarkan pengertian tersebut maka produksi mengandung dua hal pokok, yaitu menciptakan nilai guna seperti membangun rumah, membuat pakaian, membuat tas, membuat sepeda dan lain sebagainya, dan menambah nilai guna seperti memperbaiki televisi, memperbaiki sepatu, memperbaiki atau memodifikasi mobil/motor, dan lain sebagainya.
Faktor-Faktor Produksi
Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Yang termasuk dalam sumber daya alam yaitu lingkungan alam, lahan, maupun kekayaan yang terkandung di dalam tanah.
b. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah kemampuan (daya) atau usaha manusia berupa jasmani maupun rohani yang digunakan untuk meningkatkan guna suatu barang. Menurut kualitasnya, sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi tiga yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.
c. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal adalah alat atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana untuk menghasilkan barang. Modal ini dibeli tidak oleh konsumen melainkan oleh produsen. Modal tidak harus berupa uang. Modal dapat berupa barang yang dihasilkan. Barang-barang modal disebut juga alat-alat produksi, misalnya gedung, mesin, dan bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi.
d. Keahlian
Ini adalah faktor penting dalam menjalankan proses produksi. Keahlian atau keterampilan individu penting untuk mengkordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa.
Proses Produksi
Proses produksi adalah tahap-tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Ada proses produksi yang membutuhkan waktu lama, misalnya dalam pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan pesawat terbang, dan pembuatan kapal, serta lain-lainnya.
Dalam proses produksi membutuhkan waktu yang berbeda-beda, ada yang sebentar, misalnya pembuatan kain, pembuatan televisi, dan lain-lain. Tetapi, ada juga proses produksi yang dapat dinikmati langsung hasilnya oleh konsumen, misalnya pentas hiburan, pijat, dan produksi lain-lainnya. Berdasarkan caranya, proses produksi digolongkan dalam empat macam yaitu.
a. Proses Produksi Pendek
Proses produksi yang pendek atau cepat dan langsung menghasilkan barang atau jasa yang dapat dinikmati konsumen. Contohnya adalah proses produksi makanan, seperti pisang goreng, bakwan, singkong goreng, dan lain-lain.
b. Proses Produksi Panjang
Proses produksi yang memakan waktu lama. Contohnya adalah proses produksi menanam padi dan membuat rumah.
c. Proses Terus Menerus/Kontinyu
Proses produksi yang mengolah bahan-bahan secara berurutan dengan beberapa tahap dalam pengerjaan sampai menjadi suatu barang jadi. Jadi bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara terus-menerus untuk menjadi suatu barang jadi. Contohnya adalah proses memproduksi gula, kertas, karet, dan lain-lain
d. Proses Produksi Berselingan/Intermitten
Proses produksi yang mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkannya menjadi barang jadi. Seperti, proses produksi mobil di mana bagian-bagian mobil dibuat secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain. Setelah semua bagian dari mobil tersebut selesai atau lengkap maka selanjutnya bagian-bagian mobil tersebut digabungkan menjadi mobil.
Produksi adalah hal penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Selain itu, mengatur keuangan produksi juga merupakan hal penting, untuk itu kita perlu memiliki laporan keuangan.
“Soal PTS kelas X IPS”
1.Sebutkan jenis-jenis kebutuhan manusia!
2.Jelaskan apa yang di maksud Barang dan jasa
3.Barang dapat di bedakan menjadi beberapa jenis. Sebutkan!
4.Sebutkan Prinsip Ekonomi Syariah!
5.Jelaskan 3 masalah pokok ekonomi modern!
6.Jelaskan sistem ekonomi yang ada di dunia!
7.Jelaskan mengapa sistem ekonomi di yang di anut negara satu dengan negara lainya berbeda??
8.Sebutkan kekurangan dan kelebihan sistem ekonomi Tradisional!
9.Sebutkan negara negara yang menganut sistem ekonomi komando!
10.Sebutkan karakteristik perekonomian Indonesia!
JAWABAN :
1 .-Kebutuhan menurut intensitas atau tingkat kepentingan -kebutuhan menurut sifat -kebutuhan menurut waktu -kebutuhan menurut pihak yang membutuhkan
2. Barang adalah benda berwujud yang dapat di gunakan untuk memenuhi kebutuhan Jasa adalah benda tidak berwujud yang dapat di gunakan untuk memenuhi kebutuhan
3.-barang menurut cara memperolehnya -barang menurut kegunaan -barang menurut hubungan dengan barang lain -barang menurut proses pembuatan nya
4.ada 4 yaitu : -kebebasan individu/kesejahteraan rakyat -kekayaan yang adi dan merata -implementasi zakat -penghapusan atau pelarangan riba
5.What (apa) yaitu untuk apa dan berapa jumlah barang yang di produksi? How(bagaimana) yaitu bagaimana dan menggunakan teknologi apa barang tersebut di produksi? For whom (untuk siapa) untuk siapa barang tersebut di produksi?
6.-Sistem ekonomi tradisional yaitu sistem yang di terapkan kepada masyarakat yang hidup dengan cara tradisional -Sistem ekonomi pasar (liberal) yaitu smua kegiatan ekonomi di pegang oleh swasta atau masyarakat,tanpa campur tangan Pemerintah -Sistem ekonomi komando,yaitu sistem ekonomi yang di mana peran pemerintah lebih dominan dalam mengendalikan perekonomian -Sistem ekonomi campuran, yaitu gabungan dari sistem ekonomi pasar dan komando
7.Perberdaan ini ada karena di setiap negara mempunyai ideologi-ideologi nya masing-masing,atau berbeda idieologi di setiap negara.
8.Kelebihan : -tidak ada persaingan yang tidak sehat -hubungan antar individu sangat erat -tidak ada beban berat yang di pikul oleh masyarakat
Kekurangan : -produktivitas sangat rendah,karna menggunakan teknologi yang sangat sederhana -mutu dan standar hasil produksi sangat rendah
9.-Prancis -Swedia -Norwegia -Denmark -Rusia -Tiongkok -Kuba -Korea Utara
10.-Pemerintah dan swasta sama-sama hidup dengan berdampingan secara damai -Sistem ekonomi berdasarkan atas asas kekeluargaan -Masyarakat memegang penting dalam perekonomian -Negara menguasai sumber daya dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, untuk kepentingan orang banyak.
Pada tanggal 1 January 2012, Parulian memulai perusahaan pengangkutan taxi Parulian Sima di jakarta. Sebagai modal pertama diinvestasikan berupa :
Uang Tunai...........................................................................Rp. 7.500.000
Peralatan kantor...............................................................Rp. 1.500.000
Mobil Taxi ...........................................................................Rp. 25.000.000
Gedung Kantor................................................................Rp. 10.000.000
Selama bulan Januari 2012 terjadi transaksi-transaksi sebagai berikut :
Januari 5 : Dibeli tunai suplai kantor ..............................................Rp. 120.000
Januari 8 :Dibayar beban reparasi ..................................................Rp. 70.000
Januari 10 :Diterima setoran supir sebesar .........................................Rp. 300.000
Januari 15 :Diambil untuk keperluan pribadi Parulian uang tunai ...Rp. 150.000
Januari 18 :Dibeli dengan kredit suplai kantor kendaraan seharga ...Rp. 80.000
Januari 20 :Setoran 4 orang supir belum diterima sebesar Rp. 300.000 Mereka berjanji akan membayar 1 bulan berikutnya.
Januari 25 :Dibayar beban pemeliharaan .........................................Rp. 50.000
Januari 30 :Diterima setoran sopir ...................................................Rp. 150.000
Januari 31 :Dibayar gaji pegawai .....................................................Rp. 120.000
Januari 31 :Akhir bulan diketahui bahwa suplai kantor yang terpakai Seharga ..........................................................................Rp.100.000
Diminta :
Mencatat transaksi tersebut diatas dalam satu tabel persamaan dasar akuntansi yang perkiraannya antara lain:
Kas,piutang,suplay kantor,suplay kendaraan, peralatan kantor,mobil taxi,gedung kantor, hutang dan modal